Sahat Banurea Kembali Ditunjuk jadi Plh Bupati Pakpak Bharat

Plh Bupati Pakpak Bharat Sahat Banurea

Salak, Pelitarakyat| Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Sahat Banurea, MSi ditunjuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Pakpak Bharat.

Penunjukan Sahat tersebut untuk mengisi kekosongan Pj Bupati lama Asren Nasution yang telah berakhir pada tanggal 17 Januari 2020.

"Benar, saya telah ditugaskan gubernur Sumut untuk melaksanakan tugas harian sebagai kepala daerah," kata Sahat Banurea, Senin (20/1/2020).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengatakan pengangkatannya sebagai Plh Bupati menunggu pengangkatan pj bupati baru. "Tugas saya sebagai plh sampai pj bupati yang baru," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Asren Nasution sudah telah berpamitan kepada masyarakat Pakpak Bharat. Ia mengaku tugasnya sebagai pj bupati telah berakhir. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat jika ada kekurangannya selama memimpin.

"Terakhir saya, hari Kamis malam akan meninggalkan pendopo ini. Saya akan kembali ke markas saya di kantor gubernur lantai 8. Berbagai upaya sudah direncanakan oleh dewan dan menghendaki tugas ini lanjutkan termasuk tokoh masyarakat dari Jakarta dan Medan. Tapi saya yakin, saya ini adalah petugas, pegawai biasa ASN. Tidak bisa kecuali atas perintah," katanya.

Asren mengatakan, sebelumnya ia sempat berdiskusi 4 jam dengan gubernur. Tapi kata dia, tidak satu patah pun tidak kalimat darinya diteruskan atau diberhentikan. "Tidak satu patah pun ada kata, kau teruskan atau kau berhenti," ucapnya tampak berkaca-kaca, Selasa (15/1/2019).

Di depan tokoh masyarakat, Asren juga memohon maaf jika selama kepemimpinannya banyak merugikan masyarakat Pakpak Bharat.

"Saya mohon maaf. Apalah daya saya hanya sebagai ASN," ucap Asren.

Kepada ketua dewan, kapolres, dandim, kejari dan pengadilan negeri dan tokoh masyarakat mohon pamit untuk pamit tanpa terkecuali.

"Tanpa terkecuali. Hari kami jam nol-nol pas saya pamit beserta istri saya. Banyak kekurangan yang saya miliki di sini, apa yang disampaikan bang Bahtiar tidak ada kepentingan apapun. Kalau ternyata pada pengabdian itu ada kesalahan dan merugikan banyak pihak, tentu saya menyampaikan mohon maaf. Apa daya saya sebagai ASN," ungkapnya.

Penulis: pelitarakyat
Editor: pelitarakyat
Photographer: Istimewa

Baca Juga