Lanjutan Kasus Suap OTT Pakpak Bharat

Nama DPRD Darwis Boangmenalu Sering Disebut

Medan, Pelitarakyat| Nama anggota DPRD Pakpak Bharat, Said Darwis Boangmenalu disebut pada sidang lanjutan kasus suap proyek Rp500 juta proyek pengaspalan Jalan Simpang Singgabur-Namuseng dengan terdakwa Dilon Bancin dan Gugung..

Saksi Rahmad Chandra Bancin mengatakan, dirinya diminta tolong untuk menambahkan uang untuk menggenapi Rp500 juta agar dapat membeli proyek kepada Darwis Boangmenalu.

"Gugung mengajak saya untuk ikut dalam proyek Rp5 miliar yang mereka ambil, namun saat itu saya tidak memiliki uang untuk mengambil itu (proyek)," ujar Rahmad dalam persidangan di PN Medan, Senin (20/1/2020).

"Setahu saya uang itu diberikan kepada Darwis untuk membeli proyek itu," katanya. Namun Rahmad tidak mengetahui kepada aliran tersebut selanjutya.

Keterangan tersebut diamini oleh terdakwa Dilon Bancin dan Gugung Banurea. Menurut keduanya uang tersebut untuk membeli proyek Rp500 juta dari Darwis. "Iya pak hakim uang 10 persen tersebut memang untuk membeli proyek dari Darwis," kata Gugung.

Menurut dia, uang tersebut diteruskan kepada Remigo. "Saya ketahui uang itu diberikan kepada Remigo," katanya.

Selain 10 persen, Dilon mengaku masih dimintai uang sampai 15 persen. "Kami juga dimintai lagi 15 persen. Tapi kami tidak menyanggupinya," katanya.

Tak sampai di situ, kami juga diminta oleh ULP sebanyak 2 persen. Tujuan uang tersebut untuk melancarkan proyek.

"Kami diminta Darwis untuk ke ULP untuk membayar 2 persen untuk kelancaran proyek," katanya.

Dalam persidangan sebelumnya, Darwis mengaku tidak menyuruh Dilon dan Gugung untuk menyerahkan uang.

"Saya tidak ada menyuruh saudara Dilon untuk mengantar uang ke dewan. Tapi mereka yang datang. Tapi kenyataanya mereka langsung membawa uang," katanya.

Dalam kasus ini, Dilon dan Gugung didakwakan pasal 5 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 32 Tahun 1999 tengang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penulis:

Baca Juga