Peristiwa

Penemuan Artefak Batu Biangsa di Pakpak Bharat

Pesan ataupun amanat mendahi kita marga Berutu, Berru, Bere dekkt ibebere silot i Aur simsim en. Asa ta rimangi dkkt tapahami maksud Empungta.

Penemuan Artefak Batu (Biangsa) di Pakpak Bharat. Tanah Pakpak memiliki kekayaan budaya yang diwariskan oleh leluhur menjadi kebanggaan masyarakat Pakpak. Peninggalan purbakala yang dikenal luas berasal dari Pakpak seperti Mejan dan
Artefak lainya. Banyak peninggalan tersebut sudah ditemukan, tetapi masih banyak yang
tersembunyi, belum ditemukan keberadaannya.

Warisan leluhur yang memiliki nilai spiritualitas ini mencerminkan budaya Pakpak yang berbeda dengan budaya lainnya. Satu diantara artefak tersebut adalah Biangsa, konon ceritanya Biangsa tersebut sangatlah sakti, memiliki kesaktian yang luar biasa dan mampu memberi tanda – tanda alam, berupa badai, gempa, angin puting beliung, dll. Selama ini, banyak upaya – upaya yang sudah dilakukan untuk menemukan. Biangsa, dengan berbagai metode dan cara, tetapi gagal.

Tepat pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 seorang keturunan bermarga Berutu, inisial BB, melakukan ziarah ke Pertulanen (Makam leluhur atau tempat penyimpanan abu pembakaran mayat leluhur), di Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat. Dari ziarah dilakukan, BB mendapat petunjuk dan keyakinan akan menemukan Biangsa seperti ilham yang didapatnya.

Iklan

BB adalah keturunan marga Berutu yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan leluhur, melalui ilham tersebut BB memiliki kemampuan secara batin atau pertendien berkomunikasi dengan
leluhur, memaknai pesan leluhur, dimana tidak semua orang memiliki kemampuan tersebut.

Baca Juga  Panelis Penilaian Apresiasi Bupati Dairi Dalam Upaya Penurunan Stunting Di Dairi

Sebelum melakukan ziarah, BB mendapatkan petunjuk Pertendien dan berkomunikasi dengan Mpung Si Ise (salah satu leluhur/mpung marga Berutu keturunan Si Hiang). Mpung Si Ise memberi pesan kepada BB “supaya mengingatkan semua keturunann marga Berutu, berru dekket bubrrena
saling mendukung untuk mencapai cita – cita, khususnya menjadi pergemgem atau pemimpin di Tanoh Simsim, dan menyebut nama Sonni Berutu. Mpung Si Ise menyampaikan “Urup kene si Sonni kempuku idi, maseh ateku”, artinya adalah Bantulah cucuku Sonni, Aku kasihan kepadanya”

Selesai BB melakukan ziarah, menurut pembicaraan mereka (BB dengan Mpung Si Ise), dimana Mpung Si Ise memiliki kekuatan dan kekuasaan di Tanoh Simsim dahulunya. Mpung Si Ise menuntun, BB berjalan menuju suatu tempat yang tidak jauh dari Pertulanen untuk mencari Biangsa, tempat tersebut dipenuhi semak belukar. Sesuai petunjuk BB ditemani seorang yang bermarga Berutu dan
berru Berutu, yang di dipilih dan ditunjuk oleh Mpung Si Ise.

Baca Juga  Perbub THL Pakpak Bharat 'Diubah', Ini Tujuannya Kata Kabag Hukum

Akhirnya mereka tiba ditempat yang dituju, dan mulai mencoba membersihkan semak – semak, dan menggali tanah kira – kira sedalam 50 cm, namun sebelum Biangsa ditemukan, muncul seekor ular
berwarna merah, diam dan menemani mereka selama melakukan pencarian, hingga Biangsa ditemukan. Biangsa dibersihkan dengan baik, dibungkus dengan kain kapan putih.

Penemuan ini tepat disaat pesta demokrasi pemilukada dilakukan di Pakpak Bharat, penemuan ini adalah sebuah petunjuk yang baik bagi masyarakat Pakpak, khususnya Suak Simsim. Bagaimana masyarakat memanfaatkan moment pemilukada sebagai wadah bersama untuk membangun lebbuh,
Suak Simsim.

Pesan Mpung Si Ise yang disampaikan melalui pertendien untuk membantu cucu
Mpung Si Ise menjadi Pergemgem di tanah Simsim. Sora Lebbuh, suara dari kampung halaman, suara masyarakat Pakpak Suak Simsim Berbenah, Bersatu dan Bangkit untuk masyarakat Pakpak Bharat yang berkemajuan berlandaskan Budaya.

Iklan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button