Debat Perdana Pilkada Pakpak Bharat

Sonni: Saya Tak Setuju Pernyataan Moderator Sebut SDM Pakpak Bharat Lemah

MEDAN, pelitarakyat.com - Calon bupati Pakpak Bharat nomor urut 2 Sonni Berutu, STh mengaku tidak setuju pernyataan moderator debat Pilkada Pakpak Bharat di Medan, Senin 25 Oktober 2020 kemarin.

Politisi Demokrat itu mengaku tidak setuju soal pertanyaan moderator debat, Cahyo Pramono kalau kalau sumber daya alam (SDA) di Pakpak Bharat dikatakan minim dan SDM Pakpak Bharat lemah.

"Saya tidak setuju dengan pernyataan panelis kalau sumber daya manusia lemah dan sumber daya alam minim. Saya tidak setuju dengan pernyataan panelis. Tapi kalau ditanya bagaimana solusinya meningkatkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan masyarakat tentunya kami pasangan 02 'sora lebbuh' one village one product (gerakan satu desa satu produk)," kata Sonni Berutu kepada moderator debat.

Sebagaimana diketahui, ungkapan cabub 02 tersebut awalnya terungkap saat moderator mempertanyakan bagaimana upaya Pasangan calon (paslon) 02 meningkatkan kesejateraan masyarakat sementara daerah Pakpak Bharat adalah daerah yang minim sumber daya alam minim dan sumber daya manusia lemah.

Diketahui moderator debat adalah Cahyo Pramono, SE., MBA.

Sonni Berutu juga menjelaskan, selama ini masyarakat Pakpak Bharat belum percaya diri kalau hasil jagung itu bisa membeli beras, hasil gambir itu ke beras.

"Jadi ke depan ini akan kita tuntun ke konsep pendampingan, bahwa ada beberapa desa apa komoditi yang cocok di sana supaya memiliki produk unggulan. Selama ini ada semua jenis tanaman tapi tidak ada yang dominan. Ini saya kira menjadi persoalan,"

"Kemudian nanti masyarakat, di Sibande di Jalan negara kita buat pusat pasar, sehingga masyarakat yang punya sayur mayur, bisa menjual ke sana. Masyarakat boleh jualan di sana. Demikian sebaliknya warga dari provinsi tetangga, bisa memasarkan jualannya di sana,"

"Jadi bukan persoalan sumber daya manusianya atau sumber daya alamnnya, itu kami kira," tukasnya.

Penulis: Ber
Editor: pelitarakyat
Photographer: istimewa

Baca Juga