Luka Sampai 12 Jahitan, Begini Kronologi Penganiayaan Satgas Sora Lebbuh di KM 20 Versi Korban

Kuasa hukum sora lebbuh Alam Suin Berutu, SH., MH saat mendapingi korban Adi Matanari di Polsek Sukaramai
Kuasa hukum sora lebbuh Alam Suin Berutu, SH., MH saat mendapingi korban Adi Matanari di Polsek Sukaramai

SIMBRUNA, pelitarakyat.com - Siang tadi, wajah Adi Matanari tampak lesu. Tanganya tampak sesekali mengelus wajahnya. Ia tampaknya tak bisa menahan rasa sakit, akibat mendapat penganiayaan oleh orang yang belum terungkap siapa identitas pelakunya.

Sebagaimana diketahui, Adi Matanari adalah korban penganiayaan di Desa Simberuna pada Jumat 13 Nopember 2020 sore hari. Akibat penganiayan tersebut Adi mendapat luka 12 jahitan di dekat dekat bibirnya.

Ditemui dikediamannya di Desa Sibruna, Sabtu 14 Nopember 2020, Adi Matanari menceritakan asal mula penganiayaan dirinya. Ia mengatakan, kejadiannya sore hari, Jumat 13 Nopember 2020 dan berlangsung singkat.

"Awalnya saya bersama teman-teman berada di posko pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Sonni Berutu, STh - Ramlan Boangmanalu. Awalnya tidak ada kejadian apa-apa kami duduk di posko. Dari depan posko terdengar suara musik dan rombongan mobil. Tiba-tiba situasi di depan posko ribut, saya pun turun ke jalan (dekat jembatan) Lae Leam. Ternyata di jalan ada adu mulut. Lantas saya melerai biar jangan ada pertengkaran di depan posko," katanya.

Bukannya situasi makin kondusif, adu mulut pun tetap terjadi. Namun tanpa diketahui secara pasti Adi Matanari mendapat penganiayaan yang belum diketahui indentitasnya.

"Saya tidak tahu lagi kondisinya. Di jalan sudah kondisi jalan macet, kerumunan warga sudah banyak. Kemudian, saya dipukul berkali-kali. Saya tidak tahu lagi berapa kali saya dipukul. Tapi yang jelas saya tidak tau berapa orang yang memukul saya," katanya.

Menurut Adi pangkal persoalannya sebelumnya saling lempar simbol dukungan.

"Biasanya di Jalan kalau ada rombongan kampanye kalau orang buat nomor 1, dibalas nomor dua. Begitu juga sebaliknya. Tapi ini tidak, tangan yang warga yang membuat jari dua tiba-tiba ditarik orang. Itulah awalnya mulanya adu mulut," katanya.

Akibat kejadian, adu mulut pun tidak terelakkan lagi. Di Jalan Km 20 tepatnya depan posko sora lebbuh sudah padat. Kondisi jalan juga macet. Di situlah penganiayaan terjadi.

"Pada kejadian itu saya dipukul," katanya.

"Dan semunya sudah saya sampaikan ke polisi," tambahnya.

Usai mendapat pukulan, dan luka di wajah, Adi kemudian dilarikan ke rumah sakit Sibande. Ia mendapat 12 jahitan.

Usai mendapat perawatan, Adi Matanari didampingi kuasa hukum Sora Lebbuh Alam Suin Berutu, SH.,MH dan Iwan Bancin, SH dan sejumlah masyarakat mendatangi Polsek Sukaramai.

Adi Matanari kemudian membuat laporan resmi Polsek Sukaramai. TBL/23/XI/2020/SU/RES PAKPAK BHARAT/SEK SUKARAMAI dan ditandatangi Kapolsek Sukaramai AKP Japaris Perangin-angin,SH.

Dalam wawancaranya, Alam Suin Berutu SH., MH mengatakan, kliennya Adi Matanari adalah merupakan pendukung 02. Alam mengatakan, Adi Matanari mendapat penganiayaan.

Akibat penganiayaan tersebut, kata Alam Adi mendapat 12 jahitan karena luka parah. Kata Alam, Adi diduga dianiaya menggunakan benda tajam.

"Sesuai keterangan klien saya, Adi mendapat 12 jahitan. Ia juga dianiaya menggunakan benda tumpul," katanya.

Penulis: Ber
Editor: pelitarakyat
Photographer: pelitarakyat

Baca Juga