Lima Dewan Pakpak Bharat Reses di Sttu Julu

Lima Dewan Pakpak Bharat Reses Di Kec.Sttu Julu

CIKAOK, Pelitarakyat.com- Dalam Reses Kali ini Lima Dewan Pakpak Bharat melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan STTU Julu, Sebagaimana diketahui, reses tersebut turut dihadiri Edison (Fraksi Golkar), Elson Angkat (Golkar), Kadri (Nasdem), Bayar Manik (PKB) dan Ragat Manik (Gerindra) Bersama Kepala Desa  di lima Desa di Kecamatan Sttu Julu.

Anggota DPRD Pakpak Bharat Bayar Manik, ST memberikan solusi yang terbaik Kepada Kepala Desa, Dimana agar Kepala Desa mensosialisasikan Pentingnya sertifikat Tanah dalam Kejelasan Kepemilikan Hak milik secara resmi oleh Negara.

Memberikan penjelasan dan manfaat Sertifikat itu banyak sekali keuntunganya, contoh dalam meminjam ke Bank tidak perlu lagi ribet dalam pengurusan, serta nilai Jual tanah pun Sudah meningkat, Jika ada Jual Beli tanah Masyarakat.

Para Kepala Desa untuk terus mengajak masyarakat mengurus Sertifikat Tanah melalui program prona (gratis). Desakan tersebut disampaikan poltisi PKB itu kepada para Kepala Desa supaya jumlah kuota Pupuk dan pendapatan asli Daerah bertambah dari sektor pajak meningkat.

"Saya kira tugas Kepala Desa Banyak menumpuk untuk yang lainnya tetapi ada Baiknya ini Juga jadi Prioritas Para Kepala Desa, harus terus mengajak masyarakat mengurus sertifikat. Saya dapat kabar, kuota untuk pengurusan prona yang diberikan pemerintah kepada desa tidak habis. Nah saya kira ini harus dimanfaatkan. Kalau masih ada prona berikan saja kepada masyarakat, ngapaen di tahan,"kata Bayar Manik, ST pada saat tim reses I DPRD Pakpak Bharat di Cikaok, Jumat (9/4/2021).

Bayar mengatakan pengurusan sertifikasi banyak manfaatnya; diantaranya untuk meningkatkan jumlah quota pupuk ke Pakpak Bharat, meningkatkan pendapatan asli daerah, mempermudah pinjaman lunak dari perbankan dan menambah nilai jual tanah.

"Tujuannya banyak, kalau misalnya diurus sertifikat tentu jumlah kuota pupuk kita meningkat karena kami ketahui jumlah kuota pupuk bertambah ke Pakpak Bharat melalui sertifikasi tanah. Kenapa? Karena jumlah quota pupuk berdasarkan sertifikasi tanah, kalau tidak bisa mafia akan bermain. Untuk itu mana lahan yang kosong segeralah urus sertifikatnya," ungkapnya.

Penulis: AB
Editor: Pelitarakyat.com
Photographer: Istimewa

Baca Juga