Peristiwa

BBMKG Medan: Waspadai Angin yang Bersifat Panas dan Kering

MEDAN, pelitarakyat.com – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan meminta masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang bersifat panas dan kering dalam sepekan ke depan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto di Medan, Senin, mengatakan sepekan ke depan prospek angin kencang bersifat panas dan kering untuk beberapa wilayah di Sumatera Utara.

Daerah yang berdampak antara lain Langkat, Karo, Deli Serdang, Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Labuhanbatu, Labuhan Batu Utara dan Padang Lawas Utara.

Baca Juga  Jore: Kalau Petani Mau Sejahtera, Ketersediaan Pupuk Harus Diutamakan

Kondisi ini terjadi karena berdasarkan monitoring kondisi dinamika atmosfer monsoon Barat Daya (angin baratan) mulai menguat dengan kecepatan berkisar antara 10 –30 knot.

Iklan

Massa udara yang melewati wilayah Sumut relatif kering dengan nilai kelembaban berkisar antara 40–90 persen.

“Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan tidak signifikan sehingga dalam seminggu ke depan wilayah Sumatera diprediksi umumnya cerah berawan,” katanya.

Suhu udara rata-rata di wilayah Sumut, lanjut dia, diprediksi cukup panas khususnya di wilayah dataran rendah, pantai dan perkotaan dengan suhu berkisar antara 26 sampai 36 derajat Celcius.

Baca Juga  12 THL RSUD Kembali Bekerja di Faskes Pemkab Dairi

Sementara di wilayah pegunungan dan dataran tinggi berkisar antara 18 sampai 27 derajat Celcius.

Untuk itu kepada masyarakat diimbau agar dapat bijak dalam penggunaan api yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan, lahan dan pemukiman.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menjaga kesehatan akibat kondisi yang panas dan kering.

Iklan

“Para pengendara berhati-hati terhadap angin kencang yang dapat membahayakan dalam berkendara. Masyarakat harus tetap waspada dan memantau informasi kondisi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” katanya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button