Kerah Putih

Rame-rame Pemuda Kuta Saga Bawa Jerigen ke DPRD dan Dinas PUTR Pakpak Bharat, Sindir Siapa?

SALAK, pelitarakyatcom – Kamis siang, 10 Oktober 2021 sekelompok pemuda ramai-ramai mendatangi Kantor DPRD Pakpak Bharat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR). Mereka adalah sekelompok pemuda asal Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan.

Tak seperti biasanya. Kalau misalnya tamu datang ke gedung dewan tidak membawa apa-apa, kali ini tampak berbeda. Pemuda tampak membawa jerigen warna putih.

Jerigennya pun tidak sama. Ada yang besar ada juga yang kecil. Namun terlihat ada beberapa jerigen sudah punya merek.

Di pintu masuk gedung dewan, para pemuda meminta izin kepada petugas keamanan gedung dewan untuk mengambil air untuk dibawa ke Sukaramai. Awalnya sempat ditolak. Namun setelah dijelaskan maksud dan tujuannya pemuda pun mengambil air dari gedung dewan.

Iklan

Di gedung dewan, pemuda tidak bertemu satu pun anggota dewan. Diketahui, anggota dewan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker).

Usai mengambil air dari gedung dewan, pemuda berfoto di depan gedung dewan.

Baca Juga  Ini Kata Bupati Eddy Berutu Saat Temui Pengunjukrasa Soal DPM dan PT Gruti

Usai berfoto, pemuda kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pakpak Bharat. Hal yang sama dilakukan pemuda di sana. Pemuda juga mengambil air dari dinas PUTR.

Salah satu perwakilan aksi damai, Surung mengatakan aksi damai yang dilakukannya sebagai bentuk keprihatinan atas gagalnya proyek air minum di Desa Kuta Saga tahun 2021. Surung mengatakan, aksi pemuda dilakukan tertib.

“Aksi yang kami lakukan adalah tertib. Aksi mengambil air dari kantor dewan dan PUTR sebagai bentuk keprihatinan atas gagalnya proyek air minum Kuta Saga,” kata Surung melalui telpon.

Surung mengatakan, air yang mereka ambil dari kantor dewan dan PUTR dibawa pulang ke Kuta Saga. Ia mengatakan masyarakat sangat mengharapkan proyek air minum terlaksana di Pakpak Bharat. “Proyek air minum sangat kami harapkan. Dari dulu,” kata Surung.

Iklan

Surung menengaskan aksi diam ini tidak anarkis. Ini adalah sebagai bentuk keprihatinan saja. “Tentu orang tahu ini adalah gerak tubuh kami sebagai keprihatinan,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Embung Raksasa Prongil Jehe Belum Berfungsi, Lantai Sudah Rusak

Proyek Gagal

Perlu diketahui, untuk tahun 2021 proyek air minum di Kuta Saga senilai Rp5,4 miliar gagal dilaksanakan.

Sebelumnya proyek tersebut sudah sempat ada pemenangnya. Namun hingga batas ditentukan penandanganan kontrak tak kunjung dilaksanakan.

Usai diketahui proyek gagal, anggota komisi II DPRD Pakpak Bharat memanggil ULP, Dinas PUTR ke dewan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Rapat tersebut pun digelar tertutup.

Salah satu anggota dewan dari komisi II Sin Adestin Berutu, ST memastikan proyek tersebut gagal. Politisi Demokrat itu mengaku kecewa dan kesal proyek tersebut gagal dilaksanakan. Padahal menurut dia, masyarakat sangat membutuhkan air minum di wilayah Kuta Saga.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button