Peristiwa

Tangannya Ditepis Pengunjukrasa, Bupati Eddy Berutu Tetap Kalem

PELITARAKYAT.COM – Bupati Dairi, Eddy Berutu insiden kecil saat menemui sekelompok masyarakat melakukan aksi tutup PT DPM dan PT Gruti di depan kantor Bupati Dairi, Selasa (1/11/2022) sore.

Bupati mengaku tangannya ditepis saat berupaya menyalami warga.

“Tapi tangan saya tadi ditepis tadi oleh beliau ini,” kata Eddy Berutu menatapnya ramah.

Seseorang dari kerumuman mengatakan tidak mau berfoto dengan Bupati. “Maaf kalau berfoto dengan bapak, saya nggak suka,” kata pria yang mengenakan baju hitam.

Iklan

“Nggak, saya bukan mau berfoto, saya ingin merangkul rakyat,” jawab Bupati.

Pria ini kembali menjawab. “Saya nggak mau berfoto karena sangat kecewa dengan sikap,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati tidak mempermasalakannya. Ia mengatakan, meninggalkan rapat karena ingin bertemu dengan bapak ibu yang melakukan aksi unjuk rasa.

Bupati menegaskan, bahwa dirinya baru saja melakukan rapat dengan kementerian melalui daring.

Meski demikian, karena kecintaanya dengan pengunjukrasa, Bupati menegaskan menemui pengunjukrasa.

“Saya sudah mendapat laporan dari asisten, dan pak Sekda tentang adanya inang, amang yang ingin berjumpa dengan saya. Pertama, saya menghargai sepenuhnya inang-inang datang ke sini jauh-jauh dari dari beberapa kecamatan tentu dengan satu niat yang baik. Jadi saya mengucapkan terima kasih atas niat itu, saya mendapatkan aspirasi dari amang, inang,” katanya.

Iklan

Menurut Bupati, pada dasarnya pemerintah mendengarkan sesuai dengan koridor yang berlaku.

Baca Juga  Dirut PD Pasar Dairi Bantah Pemberitaan Mengancam Pedagang: Tidak Demikian Maksudnya

“Kami pun tidak bisa memutuskan di luar kewenangan kami. Semuanya harus berjenjang, nggak bisa melanggar. Urusan yang kita bahas ini adalah di Jakarta, kementrian. Jadi saya tentu akan berkomunikasi dengan mereka untuk menyampaikan tuntutan amang, inang semua,” ungkapnya.

Soal rekomendasi tuntutan penutupan DPM dan PT Gruti, Bupati menegaskan tidak bisa melakukannya dengan sewenang-wenang.

“Otoritas saya terbatas. Saya nggak mau Pemkab melanggar hukum. Saya harus melihat secara keseluruhan, saya tidak boleh melalui garis yang ditetapkan oleh pemerintah. Saya sudah terima, tetunya saya akan bersurat, nanti setelah itu akan saya tanya kepada atasan,” ucapnya.

Baca Juga  Bupati Dairi Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Telaga Zam-zam

Menyurati Lintas Kementrian

Asisten Pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Dairi, Jonny Hutasoit, menegaskan sudah melakukan berbagai upaya terkait tuntutan pengunjukrasa soal keberlangsungan PT DPM dan PT Gruti.

Jonny Hutasoit menegaskan, pemerintah serius menindaklanjuti tuntutan masyarakat dibuktikan dengan sudah berulang kali berkirim surat ke lintas kementrian di pusat.

“Kami (Pemkab Dairi) selalu merespon apa yang menjadi tuntutan dari pengunjukrasa tentang PT DPM dan Gruti, buktinya Bupati sudah berikirim surat ke kementrian tentang tuntutan bapak-bapak ibu,” kata Jonny Hutasoit, Selasa (1/11/2022) di depan kantor bupati.

Menurut Jonny, sepengetahuan dia, sudah ada 4 surat dikirimkan kementrian pusat.

“Bulan Juni, Pemkab Dairi sudah menyurati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta. Kemudian ke Kepala Balai Pemantapan Hutan (BPKH) Wilayah 1 Medan. Kemudian Pemkab Dairi juga sudah menyurati ke PT Gruti langsung di Jakarta. Lalu ada surat Pemkab Dairi sudah menembuskan surat ke Kepala Kantor ATR/BPN di Jakarta,” sebutnya.

(prc)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button