oleh

GAM 58 Desak Pemerintah Segera Bebaskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

-Berita-226 views

Jakarta, Pelitarakyat.com – Dilema atas wacana pembebasan terhadap Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang sampai saat ini belum ada titik kejelasannya menjadi tanda tanya besar bagi para aktifis khususnya aktifis Islam. Hal ini juga yang mendasari Gerakan Anak Menteng (GAM 58) kemudian menggelar jumpa pers di Jl. Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, pada Senin siang (28/01/2019) untuk mendesak pemerintah agar segera membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) karena alasan kemanusian.

Zaky Roby Cahyadi, ST selaku Kordinator GAM 58 mengatakan, jalan pembebasan ustadz ABB tak semulus yang diharapkan, beberapa Menteri dalam jajaran pemerintahan dan pakar hukum bahkan Negara tetangga merasa keberatan dengan pembebasan napi terpidana kasus teroris. Alasan kemanusian ternyata tak semudah yang menjadi ekspetasi kami.

“Dengan alasan kemanusiaan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang kini berusia 81 tahun, beliau sudah sangat sepuh, kesehatan beliau makin menurun, beliau juga seorang ulama. Ini yang membuat kami Gerakan Anak Menteng mendukung pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir” tegas Mantan Sekjend GPI Robby.

Lebih lanjut Robby juga menyesalkan wacana pembebasan Ustad ABB dinkaitkan denga dinamikan Politik yang saat ini terjadi di Indonesia. Kami GAM menyesalkan, opini yang mengaitkan pembebasan orang tua kami ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan perhelatan politik di tanah air ataupun dikaitkan dengan langkah yang ditempuh sang pengacara sebagai ketua umum partai. Ini murni alasan kemanusiaan “lanjut Robby.
 
Berikut Pernyataan dukungan GAM 58 untuk Ustad Abu Bakar Ba’syir sebagaimana di bacakan dalam jumpa persnya.

Dengan alasan kemanusiaan GAM 58 memberikan dukungan terhadap pernyataan presiden Jokowi yang telah menyetujui pembebasan terpidana kasus terorisme ustadz Abu Bakar Ba’asyir dikarenakan :

  1. Orang tua kami sudah menjalani 2/3 masa hukumannya, sudah sepuh berusia 81 tahun, kesehatan makin menurun, dan seorang ulama yang bertanggung jawab terhadap umat serta tidak meninggalkan umatnya, konsisten memperjuangkan amar ma’ruf nahyi munkar di tanah air.
  2. Segenap kader yang tergabung dalam GAM 58 dengan khittah perjuangannya selalu sami’na wa atho’na kepada Panglima Besar Syariat Islam ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang konsisten memperjuangkan amar ma’ruf nahyi munkar di Indonesia dibuktikan dengan pemberian GPI Award di tahun 2008.
  3. Segenap kader GAM 58 menghimbau dengan sangat kepada pemerintah agar segera memberikan pembebasan kepada guru kami di tahun 2019.
  4. Segenap kader GAM 58 akan senantiasa berjuang seoptimal mungkin guna pembebasan ustadz Abu Bakar Ba’asyir di tahun 2019 bersama alim ulama dan umat Islam dengan dimudahkan syaratnya.
  5. Kami segenap kader GAM 58 dengan adagium “ISLAM YES, NKRI YES” bahwa Islam darah kami serta tidak bertentangan dengan Pancasila dan NKRI harga mati untuk kami. Kader GAM 58 tetap menjalankan khittah perjuangan 1945 yaitu melakukan dakwah dan syiar Islam di Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Wacana pembebasan terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menjadi topik pembicaraan panas ini, sejak dimulai dengan upaya Prof. Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara pasangan Capres dan Cawapres Ir. Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. (Jewe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed