Uncategorized

Kabupaten Dairi Ingin Berpartisipasi Dalam Menstabilkan inflasi di Indonesia, Khsususnya Sumatera Utara

SIDIKALANG, pelitarakyat.com- Dairi menjadi daerah yang dinyatakan surplus komoditas empat pangan strategis. Kondisi itu membuat inflasi di Sumatera Utara menjadi terkendali.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, mengatakan empat komoditas pangan strategis yang surplus yakni beras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

“Untuk saat ini kita memang sudah surplus untuk keempat komoditas pangan strategis dimaksud. Sementara untuk komoditas pangan strategis bawang putih, kita masih harus ekspor 100 persen dari luar daerah,” katanya saat acara High Level Event Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (31/5/2023).

Baca Juga  Bupati EKAB Berangkatkan 17 Calon Jemaah Haji Dairi

Mengatasi kekurangan tersebut, kata Eddy, Pemerintah Kabupaten Dairi telah berupaya untuk mempelajari dan meninjau kembali wilayah yang potensial untuk bertani bawang putih. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya.

Iklan

“Dengan adanya surplus tersebut, tentunya Pemerintah Kabupaten Dairi ingin berpartisipasi dalam menstabilkan inflasi di Indonesia, khsususnya Sumatera Utara. Salah satunya, kita sudah tanda tangan perjanjian kerja sama dengan Pemkot Medan,” ujar Eddy.

Dengan menjalin kerja sama dengan Pemkot Medan, maka inflasi di Sumatera Utara dapat terkendali, mengingat Kota Medan merupakan penyumbang inflasi di Sumatera Utara.

“Kita juga suda ada Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kecamatan Parbuluan V, hasil panen dari KPT itu sudah kita jual ke Kota Medan dengan harga Rp 23.000/kg, harga ini lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Dapat kita katakan, petani kita untung,” ujar Eddy.

Baca Juga  122 Mahasiswa UPMI Medan KKN di Dairi Hingga Desember, Diharapkan Buat Terobosan di Masyarakat

Selain empat produk tersebut, kata Eddy, Kabupaten Dairi juga surplus untuk komoditas jagung. Sentra jagung Dairi terdapat di Tanah Pinem, Gunung Sitember, dan Tigalingga. Potensi ini juga akan dijajaki kembali untuk dijalin kerjasama dengan daerah lainnya.

“Jagungkan bahan utama pembuatan pakan ternak, kalau harga jagung stabil, maka harga pakan ternak juga stabil. Sehingga, untuk ayam potong dan telur, harganya juga bisa stabil,” ungkapnya.

Iklan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button