Peristiwa

Dinkes Dairi Turunkan Tim Audit untuk Mengetahui Penyebab Meninggalnya Ibu Hamil di Sopobutar

SIDIKALANG, pelitarakyatcom – Kepala Dinas Kesehatan Dairi dr Henry Manik mengaku telah menurunkan tim audit marternal ke Puskesmas Sopo Butar, Kecamatan Siempat Nempu Hilir. Henry mengatakan, tim audit diturunkan mencari tahu penyebab meninggalnya seorang ibu hamil inisial LS di Desa Pardomuan pada Jumat 25 Februari 2022.

“Kita sudah turunkan tim audit ke sana. Kita ingin memastikan kronologi dan penyebab meninggalnya seorang ibu di Sopobutar,” ujar Henry Manik, Senin 28 Februari 2022 melalui telepon.

Henry mengatakan, tim audit maternal terdiri dari kepala bidang kesehatan masyarakat, bidan dari dinas. Kemudian tim audit lain terdiri spesialis kebidanan. “Dokter spesialis juga diturunkan. Besok juga ada tim tambahan,” kata Henry.

Henry mengatakan ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Pihaknya mengaku berkomitmen kami untuk terus dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dapat terwujud.

Iklan

“Kami selalu berupaya untuk melaksanakan pelayanan sebaik mungkin, namun kami punya keterbatasan. Bupati Dairi terus meminta dan mendukung agar seluruh pelayanan kesehatan berjalan maksimal dan lebih baik. Semoga atas dukungan pimpinan Pemerintah Kabupaten Dairi, maka pelayanan ke depan akan semakin baik lag,” kata Henry.

Baca Juga  Keluarga Besar PWI Sumut Gelar Vaksinasi

Sebelumnya dinas kesehatan Dairi telah merincinkan kronologis meninggalnya seorang ibu hamil atas LS di Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir.

Berikut penjelannya;
Perlu kami informasikan bahwa pada hari Jumat, 25 Februari 2022 pukul 06.30 WIB ada ibu hamil atas nama Ny LS dengan kehamilan anak kedua yang akan melahirkan ke Praktek Mandiri Bidan.

Pasien dilayani dan dilakukan pemeriksaan fisik oleh bidan hasilnya kaki dan tangan bengkak serta belum ada tanda-tanda persalinan. Oleh bidan pasien diminta untuk pulang dan istirahat di rumah menunggu ada tanda-tanda persalinan.

Baca Juga  Bupati Dairi: Sekolah akan Kita Buka, Pesta Dilonggarkan

Suami pasien menghubungi bidan untuk memberitahu bahwa pasien merasa kesakitan namun belum ada tanda persalinan. Hingga pada pukul 21.03, pasien kembali dibawa ke Praktik Mandiri Bidan.

Namun sesuai hasil pemeriksaan oleh bidan pasien dirujuk ke Puskesmas dan tiba di Puskesmas pukul 21.42 dengan keadaan wajah, kaki dan tangan bengkak serta sesuai keterangan bidan bahwa pasien mengalami tekanan darah tinggi.

Iklan

Oleh petugas Puskesmas Sopobutar pasien diberikan bantuan oksigen karena pasien sesak nafas dan gelisah dan segera diputuskan untuk dirujuk ke RSUD Sidikalang.

Sebelum memasuki Puskesmas Keliling, pasien pucat dan kehilangan kesadaran hingga kembali diperiksa di Puskesmas. Pasien mengeluarkan buih dari mulut dan hidung, bidan memeriksa denyut jantung janin tidak lagi terdengar dan nadi pasien tidak lagi teraba. Selanjutnya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button