BudayaUncategorized

Pemkab Pakpak Bharat Adakan Seminar Budaya Pakpak “SIMSIM”

PAKPAK BHARAT, pelitarakyat.com- Pelaksanaan Seminar Budaya Pakpak SimSim pada kerja njahat dan kerja baik, yang di buka oleh wakil Bupati Pakpak Bharat DR. H. Mutsyuhito Solin, MPd. di dampingi Kepala Dinas Pariwisata Pakpak Bharat Maringan Bancin, Kepala Kesbangpol Pakpak Bharat Adei Johan Banurea, Sabar Manik Anggota DPRD Pakpak Bharat, Ferdinan Berutu, Rudi Sinamo, Rudi Padang, SH dan Tokoh Solin Atur Pandapotan Solin.

Upacara Adat (kerja-Kerja) Pakpak oleh Drs. Lister Berutu disampaikan pada lokakarya budaya yang di selenggarakan oleh FPB Kabupaten Pakpak Bharat di Balai Budaya Salak. Selasa (25/11/2025).

Kadis Pariwisata Pakpak Bharat Maringan Bancin mengungkapkan, Berjalannya seminar ini dilaksanakan berkat dari ke inginan besar para tokoh simsim dalam menjaga eksistensi budaya kita Simsim ini,” kata Maringan Bancin.

diundangnya perwakilan setiap Marga dan Perkata adat Pakpak di simsim. Seminar dilakukan diskusi dan dialog ada tiga tim merumuskan dan juga menyatukan apa saja di lakukan pada acara adat di pesta oleh Perkata adat Pakpak (Persinabuli dan Perkata adat Perberru)

Iklan

“Dua orang perwakilan setiap marga di simsim sehingga ada sekitar ratusan peserta yang hadir pada acara seminar Budaya Pakpak yang kita saksikan bersama tadinya dari awal sampai akhir acara berjalan dengan baik,” ujar Maringan Berutu.

Narusember pada acara ini Drs. Lister Berutu mengatakan konsep Budaya atau kebudayaan adalah keseluruhan syistem gagasan, aktivitas dan hasil karya manusia yang di peroleh melalui proses belajar dan dijadikan milik bersama.

Baca Juga  Kehadiran Statistik Untuk Mengedukasi Generasi Muda

Tiga wujud yaitu Abstrak (Syistem Budaya), Konkkrit (System Sosial), Sangat Konkrit (Artefak/ Benda).

“Dan juga ada tujuh unsur Kebudayaan Universal yaitu Bahasa, Sistem Organisasi Sosial, Sistem Mata Pencaharian, Sistem Pengetahuan, Sistem Teknologi, Kesenian dan Religi,”ujar Lister Berutu.

Identitas budaya Pakpak yang selalu di pertahankan yaitu Lima suak, sulang silima, bahasa Pakpak, Marga, kekerabatan (Pertuturen), Lebbuh dan Kuta, Kerja-kerja, kuliner (Pelleng) dan Seni (Odong-odong).

Upacara adat Pakpak kerja baik (Suka Cita) dalam Bahasa Pakpak yaitu Merre Nakan Merasa, Mengkelembisi, mengosting, merre cinta lao, merre mas pilihen, merbayo, merkottas, menerbeb, menoto, menanda tahun, mendegger uruk, mengrumbang, majek mendomi sapo.

Iklan

Kerja njahat ( Duka Cita) yaitu Ada Adat Mate, mate ncayur ntua, males bulung sampula, males bulung-bulung, males bulung simberanik, menutung tulan.

Terus dikembangkan Cagar Budaya Pakpak. Biar selalu terjaga kelestarian situs dan budaya Pakpak.

Terhadap pengetahuan dan perkembangan Budaya Pakpak. Jadi kebudayaan itu harus milik bersama. Kita fokus ke Budaya Suku, seperti acara menanda Tahun yang terus di lestarikan di Pakpak Bharat.

Adakah manfaatnya menanda tahun untuk menjadi pengetahuan generasi muda. Menanda tahun menjadi warisan budaya Pakpak. Harus di daftarkan sebagai kekayaan. Ciri-ciri kebudayaan Pakpak, harus di jalankan dengan pesta adat Pakpak, Baik Pesta Adat Njahat ( Berduka) Pesta Baik (Pernikahaan).

Baca Juga  Bupati Pakpak Bharat Pimpim Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah

Merkata Pakpak harus diajarkan kepada generasi melalui Anak sekolah, baik di rumah kita terbiasa ajarkan bahasa pakpak. Baik di perantauan dan juga kita tinggal di Lebbuh SimSim.

“Memberikan Nilai-Nilai pengetahauan melalui tentang bahasa, Kesenian, dan juga peran budaya kepada generasi muda kita,” ucapnya.

Eksistensi dan pengembangan kebudayaan pakpak, semua warga pakpak harus bangga dan peduli akan eksistensi etnisnya, karena kedudukannya sama dengan entis lain di indonesia baik secara hukum maupun sosial budaya.

Selanjutnya lakukan berbagai program dan kegiatan baik di tingkat Lokal, regional maupun nasional. Misalnya, zikarah, runggu, seminar, lokakarya, sesuai kapasitas masing- masing.

Lakukan dokumentasi dan penelitian untuk selanjutnya di publikasikan melalui berbagai media segala hal tentang Pakpak dan kebudayaanya.

“Pemkab Pakpak Bharat terus konsisten melakukan pemeliharaan, pengamanan dan pengembangan terhadap peninggalan-peninggalan nenek moyang yang ada di lebbuh, baik peninggalan fisik maupun non fisik yakni mendaftarkan kepada pemerintah pusat WBTB dan cagar Budaya. Juga mendirikan berbagai sarana seperti museum. Bale, perpustakaan yang sudah ada semoga terus dirawat dengan baik,” pesan Lister Berutu.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button