Peristiwa

Rau Pasaribu ke Bupati Dairi: Abaikan Aksi tak Santun, Tetaplah Fokuslah Bekerja

SIDIKALANG, pelitarakyat.com – Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu bertemu dengan tokoh masyarakat Dairi Abdul Rau Pasaribu. Ia bertemu dalam silaturami lebaran idul fitri, kemarin. Dalam kunjungannya Eddy Berutu tanpa pengawalan.

Bupati Dairi disambut hangat Abdul Rau Pasaribu, istri dan keluarganya. Sederhana, Dr Eddy Berutu tampak santai berdiskusi soal Dairi.

Mengawali perbicaraan Eddy Berutu mengucapkan selamat hari rayat idul fitri. “Selamat hari raya mohon maaf lahir dan bantin,” katanya.

Eddy juga menyinggung soal kondisi semua daerah yang sedang dilanda covid 19 sehingga tidak bisa bepergian ke mana-mana. Covid idi memaksa masyarakat untuk mengurangi bepergian ke luar sebab covid 19 masih belum berakhir.

Abdul Rau pun mengaku berterima kasih atas kunjungan bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu ke kediamannya. “Saya tidak menyangkat pak bupati hadir ke rumah kami ini. Terima kasih, saya senang pak bupati hadir. Beginilah kondisi rumah kita, kami tidak ada bepergian ke mana-mana. Kami mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik,” ucap Rau.

Dalam diskusi tersebut, Abdul Rau pun turut menyikapi persoalan aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan segelintir masyarakat soal tanah.

Rau pun mengakui menyampaikan pendapat di depan umum adalah hak setiap warga negara, namun perlu diingat dalam penyampaikan tersebut harus santun dan tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas apalagi sampai merusak fasilitas umum seperti terjadi di depan kantor bupati Dairi belum lama ini. Tak hanya itu, menyikapi dinamika saat ini covid 19 dalam menyampaikan pendapat harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti menghindari kerumunan dan tidak mengumpulan jumlah massa yang besar.

“Saya juga mendengar dan melihat langsung aksi soal PT Dairi Prima Mineral dan tanah di Parbuluan. Saya mengamati mereka (pendemo) sudah tidak mematuhi prokes lagi dan mereka menyampaikan tuntutan yang seolah-olah selalu menyerang pribadi bupati. Padahal menurut saya dua urusan tersebut adalah merupakan tanggung jawabnya pusat. Jadi saya kira itu sudah tidak benar lagi. Parahnya lagi mereka melanggar prokes, nah ini kan tidak benar lagi,” katanya.

Meski demikian, Rau meminta Bupati Dairi untuk tetap fokus kepada pekerjaan dan mewujudkan cita-cita menuju Dairi Unggul.

“Saya kira bupati harus tetap fokus bekerja. Yang dipikirkan bupati bukan cuma segelintir orang seperti pendemo yang menyampaikan tuntutan secara berlebihan. Persoalan hutan DPM dan Parbuluan itu kan jelas tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab bupati. Ada kewenangan pusat di dalamnya. Dan perlu diingat siapa yang mengeluarkan kebijakan tersebut, saya kira bukan bupati,” katanya.

Untuk Rau mengaku maklum dengan kondisi saat ini pembangunan terkendala akibat covid 19, meski demikian masyarakat tetap berharap pemerintah melaksanakan pembangunan secara bertahap. Termasuk infrastruktur jalan juga perlahan-lahan harus diperbaiki. Kata dia mana yang prioritas harus didahulukan. “Perhalan saya pak bupati, memang covid memang mengganggu semuanya, tidak hanya di pemerintahan di perekonomian masyarakat juga berimbas dari covid 19 ini,” ungkapnya.

Perlahan
Sementara Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Berutu mengaku berterima kasih atas nasihat yang diberikan Abdul Rau Pasaribu.

Soal pembangunan, Eddy mengatakan dinasnya tetap fokus kepada pekerjaan. Termasuk mengutamakan pekerjaan yang sangat diperlukan masyarakat.

Meski demikian, Eddy berharap masyarakat tetap bersabar karena pembangunan saat ini lambat karena faktor covid 19. Recofusing anggaran mendapat problem yang mereka hadapi saat ini. Anggaran untuk pembanguna n infrastruktur banyak diplot untuk kesehatan sebab pos anggaran kesehatan saat ini menjadi prioritas.

“Saat ini memang kita dahulukan untuk kesehatan, kita berharap covid 19 ini bisa teratasi di Kabupaten Dairi yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button