Kerah Putih

Hidupnya Nanti Itu, Sabar

SINDEKA, pelitarakyat.com – Kepala Dinas Pariwisata Bambang Sunaryo Banurea mengaku optimis lampu proyek listrik di Lae Simbilulu, Desa Pronggil, Kecamatan Tinada tahun 2020 akan hidup. Namun ia tidak memastikan tanggalnya.

Bambang mengatakan sudah mengurus administrasinya. “Hidupnya itu, sabar. Itu kan ada administrasi,” kata Bambang saat ditemui di Kantor DPRD Pakpak Bharat, Jumat (2/7/2021).

Bambang pun mengatakan izinnya sudah diberikan. Namun ia tidak merincikan izin yang dimaksudnya. “Sudah dikasih izinnya. Pasti hidupnya itu,” ucap Bambang optimis.

Sebagai informasi, 7 bulan sudah proyek pembangunan listrik Dinas Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat di Lae Simbilulu, Kecamatan Tinada tidak menyala. Hingga kini.

Iklan

Belakangan proyek yang dikerjakan CV RG tersebut jadi bahan gunjingan. Masyarakat mengaku kecewa soal proyek listrik senilai Rp265 juta hingga sekarang tidak menyala.

Soal proyek tersebut dinas pariwisata sudah berulang kali mengingatkan pihak rekanan untuk segera menyelesaikannya. Dinas pariwisata berharap rekanan agar proyek tersebut bisa tuntas. Namun kenyataanya hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga  Mengkritik PD Pasar Secara Realistis Itu Baru Kren

Tak hanya itu, PT PLN (Persero) ULP Sidikalang pun angkat bicara. Teknisi Distribusi Jaringan PLN Wilayah Pakpak Bharat Yoga membenarkan proyek listrik Dinas Pariwisata Pakpak Bharat belum dialiri listrik.

Yoga mengaku sampai saat ini belum mendapat surat perintah dari PLN UP3 Bukit Barisan Brastagi dan Unit Induk Wilayah Sumatera Utara di Medan.

“Sampai sekarang kami belum mendapat surat dari PLN UP3 Brastagi dan Unit Induk Wilayah Sumut dari Medan. Kami ini hanya pelaksana. Kami tidak bisa melakukan tindakan sebelum ada perintah dari atasan. Dan sampai sekarang belum ada info,” kata Yoga saat ditemui di Kantor PLN Sidikalang Jalan Sudirman, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga  Kapolres Dairi akan Tindak Tegas Perambah Hutan di Kawasan Lae Pondom

Soal proyek tersebut, Yoga pun mengaku belum pernah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan pihak kontraktor.

Iklan

“Tidak pernah koordinasi dengan dinas dan rekanan baik sebelum dan sesudah proyek selesai. Tadi memang ada pihak dinas yang datang ke sini menanyakan soal proyek listrik itu namun kami menjawab bahwa belum ada tembusan surat dari pimpinan,” katanya.

Ditanya apa penyebab proyek listrik tersebut belum dialiri, Yoga mengatakan belum ada Sertifikat Layak Operasi (SLO). “SLOnya belum ada. Kami (PLN) tidak asal alirkan listrik. Kami akan survei dulu ke lapangan. Tapi itu pun harus ada perintah dari pimpinannya,” ucapnya.

Meski demikian, kata Yoga pada prinsipnya PLN mendukung proyek listrik dinas pariwisata. “Pada prinsipnya kami mendukung. Tapi kami kan tidak alirkan listrik. Kami mesti cek semuanya. Kami tidak mau terjadi apa-apa,” tukasnya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Iklan
Back to top button